Jumat, 06 Januari 2017

Jenis pondasi untuk bangunan 2 dan 3 lantai


Sebagaimana kita ketahui bahwa fungsi utama bangunan rumah ialah menjadi tempat tinggal sekaligus daerah perlindungan yang berasal panas, hujan, angin, serta gangguan alam lainnya seperti gempa bumi.

Untuk  itu tempat tinggal tinggal selain wajib rapi, indah dilihat, juga yg lebih krusial lagi haruslah kokoh serta Aman untuk ditempati.

Rumah yang kokoh dan kuat perlu dirancang dengan struktur bangunan yang memakai bahan bangunan dan adonan adukan yg dianjurkan, salah satunya adalah acuan SNI  tentang pekerjaan Pondasi.

Dahulu sebelum banyak orang mengenal jenis pondasi strauss pile sebagai perkuatan pondasi rumah digunakan pondasi cerucuk bambu atau dolken, namum seiring berjalannya waktu jenis pondasi cerucuk tidak sesuai yang diharapkan karena pada kenyataannya banyak bangunan retak karena pondasi tidak kuat menahan beban bangunan.

Berikut ini beberapa jenis pondasi yeng sering digunakan untuk pondasi rumah 2 lantai atau 3 lantai :

Pondasi batu kali

Pondasi ini digunakan untuk bangunan-bangunan sederhana pada tanah asli yang cukup baik. Biasanya kedalamannya antara 60-80 lebar tapak sama dengan tinginya. Kebuthan bahan bakun untuk pondasi ini adalah batu belah ( batu kali/gunung), Pasir pasang, dan semen PC (semen abu-abu).
Kekurangan pondasi ini jika kedudukan pondasi diatas tanah lunak, yang beresiko pondasi retak yang mengakibatkan penurunan pondasi hingga dinding bangunan ikut retak.

Pondasi batu kali

Pondasi tapak / foot plat : 

Biasanya pemasangan pondasi tapak di kedalaman 50 cm hingga 2 meter dari permukaan tanah, tapi jika lapisan tanah kerasnya terletak dikedalaman lebih dari 2 meter baiknya di bantu dengan pondasi strauss pile.

Strauss pile  :

Jenis pondasi yang paling sering digunakan untuk pondasi bangunan 2 lantai dan 3 lantai dalam 3 tahun terakhir karena pondasi ini bertumpu di tanah dalam sehingga dianggap mampu menahan beban bangunan yang berdiri di atas tanah lunak, serta dari segi pembuatannya yang bisa dibilang praktis dan efisien daripada pondasi dalam lainnya ( pondasi bored pile dan tiang pancang ) dan cocok untuk pondasi rumah 2 lantai atau 3 lantai di daerah jakarta ( padat perumahan ).
Pondasi tapak + strauss pile
Kekurangan pondasi strauss pile adalah
  1. Tanah yang bisa di bor berupa tanah lunak bukan berupa tanah urug campur puing, tanah padas dan jenis tanah keras lainnya.
  2. Kedalaman pondasi strauss pile rata2 6 meter atau sesuai kondisi tanah yang dikerjakan dan tidak bisa mencapai kedalaman tanah keras hasil rekomendasi dari soiltest / sondir.
  3. Diameter bor yang dapat dikerjakan berkisar 20 cm s/d 30 cm
 Kelebihan adalah
  1. Alat sederhana dan praktis sehingga dapat menergerjakan ditempat / lokasi padat perumahan bahkan di bekas bangunan yang belum dibongkar.
  2. Cara pembuatan pondasi strauss pile tidak membutuhkan waktu yang lama, kapasitas 1set alat dapat mengerjakan kurang lebih 25 meter atau 4 s/d 5 titik perhari bila kedalaman 6 meter.
  3. Pondasi bertumpu di tanah dalam sehingga resiko penurunan pondasi yang mengakibatkan dinding retak dapat diminimalisir.


Pondasi rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar